Showing posts with label Dialog on Taking Public Transportation Audio. Show all posts
Showing posts with label Dialog on Taking Public Transportation Audio. Show all posts

Saturday, February 13, 2016

Dialog on Taking Public Transportation Part 2 (Audio)

Situation : While talking with Kartini, Putu saw Rima, their friend, crossing the street to buy chicken porridge too. They are now talking about means of transportation in Jakarta.


Putu: oh begitu,eh lihat itu Rima kan? Oh, I see. Look, isn’t that Rima?

Kartini: oh ia, dia pasti mau ke warung bubur juga. Oh, yes she is. She must come to the chicken porridge stall.

Rima: hai Tutut, hai Putu. Pagi semuanya. Hi Tutut, hi Putu. Morning all.

Putu, Kartini : Pagi. Morning.

Putu: apakah kamu mau berangkat kerja juga? Do you also want to go to work too?

Rima: iya benar, tetapi saya mau singgah dulu kesana sebentar. Yes, I do. But I also want to go there for a while.

Putu: Mau sarapan bubur ya? You also want to eat porridge?

Rima: kok kamu tahu? Kamu mau kesana juga? How do you know? Do you want to go there too?

Putu: Tadi saya dan Tutut sedang membicarakan warung bubur dan angkutan kami ke kantor. I and Tutut just talked about the stall and our transportation to the office.
 
Rima: oh begitu, oh ya Putu, kantor kamu di Kuningan kan? Oh, I see. By the way Putu, your office is in Kuningan area, isn’t it?

Putu: iya benar, mengapa? Yes, it is. What’s the problem?

Kartini: oh ia Rima, kamu sekarang kerja di daerah Kuningan juga kan? Rima, do you work in Kuningan area now ?
Putu: loh, bukannya didaerah Grogol? Isn’t it in Grogol area?
Rima : Oh ia dulu memang didaerah Grogol, tetapi saya sudah pindah ke kantor baru di Kuningan. Kamu mau naik apa ke kantor Putu? I used to work in Grogol area, by I moved to my new office in Kuningan area.

Putu: Saya biasanya naik transjakarta, tapi karena hari ini kesiangan, saya mungkin akan mencoba naik ojek seperti Kartini. I am used to get on Transjakarta bus, but today I woke up late, I probably try to take ojek like Kartini does.

Rima: Ojek memang lebih cepat daripada kendaraan lain di pagi hari di Jakarta, walaupun naik ojek tidak senyaman naik mobil atau taksi. Ojek is really faster that other means of transportation in the morning in Jakarta, eventhough riding ojek is not as comfortable as getting on a taxi.

Kartini: tentu saja, naik taksi kan lebih mahal Rima dan kalau naik mobil, bensin dan parkir juga mahal. Of course, getting on taxi is more expensive and if you drive a car, the gasoline and the parking fee is also expensive.
 
Putu: Naik becak saja Tutut, pasti murah. What about taking becak Tutut, it must be cheaper.

Kartini: Iya benar, murah dan tidak ada polusi, walaupun jalan nya lambat sekali. Sayangnya becak sudah dilarang di Jakarta. Wah sudah jam 7.30, saya harus segera ke warung sebentar lagi antrian nya panjang. Rima, kamu ikut kan? That’s right, cheap and no pollution, even though it runs very slowly. Unfortunaly, becak is banned in Jakarta. Oh, it’s already 7.30 now, I have to go to the stall, soon the queieng will be long
 
Rima : iya Tutut, ayo sarapan, setelah itu saya harus segera ke kantor. Putu kamu ikut ke warung? Yes, Tutut, let’s have a breakfast, after that I have to go to my office quickly

Putu: mungkin lain kali, saya ingin langsung ke kantor saja. Saya duluan ya. Maybe next time, I just want to my office right away. Ok, see you!

Kartini: Ok Putu, hati- hati ya. Ok Putu, take care !

Friday, February 12, 2016

Dialog on Taking Public Transportation (Audio)

Situation : Putu and Kartini are friends.  While waiting for the rain to stop, they meet in the street and talk about kind of transportation they are used to take to the office.

Putu : Wah hujan deras sekali, sebaiknya saya berteduh saja dulu disini. Itukan Kartini. Pagi, kamu mau kemana Kartini? Wow, it’s been a heavy rain, I'd better take shelter here. Is that Kartini? Morning. Where are you going, Kartini?

Kartini: Pagi juga. Tadinya saya ingin pergi ke kantor, tetapi tiba- tiba hujan turun jadi saya ingin singgah sebentar untuk membeli sarapan.  Morning. I want to go to the office, but suddenly it was raining  so I’d like to drop by briefly to buy  something for breakfast

Putu: Kamu ingin sarapan apa? What kinds of breakfast do you want?

Kartini: Saya akan membeli bubur ayam di warung langganan saya di ujung jalan. I’d like to buy chicken porridge in my favorite stall at the end of the road.

Putu: Oh, di warung bubur 24 jam itu? Saya dengar bubur disana enak dan murah. Oh, that 24-hour porridge stall? I heard they sell delicious and cheap chicken porridge.

Kartini: Iya benar, apakah kamu juga sering sarapan disana? Yes, you’re right. Do you often have breakfast there too?

Putu: Tidak terlalu sering, kadang- kadang saja saya makan disana. Not too often, I sometimes eat there.

Kartini: kamu mau pergi kemana? Ke kantor? Where do you want to go? To the office?

Putu : Iya, saya biasa pergi lebih awal karena jalanan macet sekali. Tapi hari ini saya terlambat bangun. Pasti jalan sudah ramai dan macet. Yes, I am used to leave early because of the traffic jam. But today I woke up late. Surely, the road has been crowded and jammed.

Kartini: Naik apa kamu ke kantor? How do you get to the office?

Putu: Biasanya saya naik transjakarta . I usually take Transjakarta bus

Kartini: Oh begitu, kantor kamu di Kuningan kan? I see. Your office in Kuningan area, isn’t it?

Putu: Iya benar. Kalau kamu naik apa ke kantor? Yes. How do you get to your office?

Kartini: Biasanya saya berlangganan ojek tapi kalau pulang dari kantor saya sering menumpang temen saya. I usually get on ojek, but when I go back home I often ride my friends’ car.

Putu: Kamu naik ojek setiap hari? Do you ride ojek everyday?

Kartini: Biasanya begitu, tetapi kalau hujan saya naik taksi. Normally, yes. But when if it rains I take a taxi

Putu: wah apa tidak mahal? Wow, isn’t that expensive?

Kartini: Tidak juga, mungkin disamping karena saya sudah berlangganan juga karena kami tetangga. Saya suka naik ojek pagi hari seperti ini karena lebih lancar dan bisa lewat jalan pintas. Not really. Maybe besides I’ve become a regular customer, the taxi driver is my neighbor. I like to ride ojek in the morning because it can run faster and can take shortcuts.

Putu: Benar juga sih, mungkin saya harus mencoba naik ojek sekali- sekali. Oh ya, apa kamu tidak pernah mencoba naik angkot? You’re right, maybe I need to ride ojek once in a while. But, don’t you ever try angkot?

Kartini : Tentu saja pernah, tetapi saya kurang suka karena mereka suka ngetem lama di persimpangan jalan. Selain itu saya harus ganti angkot 3 kali untuk sampai ke kantor. Jadi saya lebih suka naik ojek. Of course I do, but I don’t like it because they like to stop at the crossroads waiting for passangers. Besides,  I need to change public transportation three times to get to the office. So, I prefer to ride ojek.